Budaya

Properti Tari Jaipong, Beserta Sejarah dan Maknanya

Properti tari Jaipong

Tari Jaipong merupakan tarian tradisional asal Jawa Barat. Seperti pertunjukkan seni tari lainnya, ada properti tari Jaipong yang wajib digunakan ketika melakukan pementasan. Berikut ini adalah beberapa penjelasan mengenai properti yang digunakan, beserta sejarah, makna dan jenis-jenis tarian Jaipong.

Tarian yang termasuk dalam salah satu tarian tradisional yang populer di Indonesia ini adalah jenis tarian eksotis yang tercipta dari perpaduan Gerakan pencak silat, ketuk tilu dan juga wayang golek.

Baca Juga: Sejarah, Makna dan Properti Tari Legong Khas Bali

Sejarah Tari Jaipong

Tari Jaipong ini diciptakan sekitar tahun 1960 oleh H. Suanda yang berasal dari Karawang. Setelah itu, 7 tahun kemudian, tarian ini mulai direkam di media-media dengan sebutan Suanda Grup. Walaupun yang digunakan dalam tarian ini masih instrument yang terbilang sederhana, namun tarian ini mulai diketahui masyarakat Karawang, dan mendapatkan respon yang terbilang baik. Sejak saat itu, tarian Jaipong ini dijadikan sebagai sarana hiburan para masyarakat setempat.

Semakin dikenal, tari Jaipong pun mulai dilirik oleh para seniman-seniman, salah satunya Gugum Gumbira (seniman asal Bandung). Lewat jiwa seninya, Jaipong pun dimodifikasi hingga jadi tempo yang lebih cepat, yang terinspirasi dari tarian ketuk tilu.

Di versi ini, para penari pun bukan hanya menari, tapi juga bernyanyi. Tarian ini pun mulai diperkenalkan ke berbagai komunitas Bandung dan juga kota sekitar lainnya. Namun, tarian ini sempat dianggap mempunyai Gerakan yang terbilang vulgar dan erotis bagi sebagian orang, sehingga dianggap kurang layak dipentaskan.

Setelah beberapa kali sering muncul di media, seperti TVRI Jakarta di tahun 1980, kesan negatif yang sebelumnya diberikan pada tari Jaipong pun perlahan berubah. Jaipong pun semakin banyak dipentaskan di banyak acara.

Makna Tari Jaipong

Tari Jaipong memiliki makna merepresentasikan wanita Sunda yang punya sifat santun, ramah, gemulai, kadang sedikit genit, namun juga bisa energik, lincah dan juga berani. Beberapa Gerakan di tarian Jaipong ini pun menunjukkan lekuk tubuh yang indah dan juga menampilkan keanggunan.

Tari Jaipongan juga merupakan media komunikasi antar masyarakat, yang juga jadi sarana hiburan, seiring banyak budaya yang masuk ke Indonesia.

Jaipongan sendiri merupakan jenis tari pergaulan tradisional dalam masyarakat Sunda, Karawang, Jawa Barat, yang populer di Indonesia.

Gerakan Tari Jaipong

Ketika Jaipongan, sebutan lain dari tari Jaipong, hanya terdapat 4 gerakan saja, yaitu gerak bukaan, pancungan, ngala dan mincit.

Gerak bukaan merupakan Gerakan yang pertama dilakukan ketika tarian dimulai, di mana penari akan memainkan selendang yang ada pada lehernya, dan bergerak berjalan memutar. Gerakan lemah gemulai dari penari pun akan memancing penonton untuk terus melihat tarian ini.

Gerak Pancungan adalah sebuah Gerakan yang dilakukan sangat cepat dan diiringi instrument musik yang punya tempo cepat juga. Gerakan ini juga merupakan Gerakan tari yang penuh semangat, sehingga penonton pun ikut terbawa serta menikmati tarian Jaipong.

Gerak Ngala merupakan Gerakan patah-patah, yang merupakan perpindahan dari titik satu ke titik berikutnya, yang dilakukan dalam tempo yang cepat. Gerakan ini bisa dibilang adalah Gerakan yang menambah keunikan tarian ini.

Sedangkan Gerakan Mincit adalah Gerakan transisi atau perpindahan, di mana dilakukan setelah penari melakukan Gerakan Ngala.

Baca Juga: 7 Jenis Alat Musik Sulawesi Selatan dan Cara Memainkannya

Properti Tari Jaipong

Properti Tari Jaipong adalah segala alat atau benda yang digunakan sebagai kostum atauun alat tambahan ketika menari, dengan tujuan agar membuat orang yang menonton pertunjukkan tari tersebut jadi lebih tertarik.

Dengan menggunakan properti-properti tersebut yang biasanya unik, ini menambah adanya ciri khas yang berbeda di setiap tarian. Salah satu yang membedakan dari satu tarian dengan tarian lainnya adalah properti kostum atau pakaian yang dipakai penari. Umumnya kostum tarian akan punya ciri berupa corak yang khas, unik dan juga berbeda dari jenis tarian satu dengan lainnya.

Berikut ini adalah beberapa properti panggung Tari Jaipong yang umumnya dipakai saat pementasan tarian:

1. Busana Tari

Busana atau kostum tari yang dipakai dalam pementasan Jaipongan sangat beragam. Walaupun ada perbedaan pada corak antara Jaipongan tradisional dan gaya baru, namun umumnya properti busana yang dipakai penari adalah pakaian tradisional.

  • Sampur

Sampur

Dalam bahasa Indonesia, ini berarti sebuah selendang atau kain panjang. Sampur atau selendang ini properti wajib yang dipakai penari Jaipong, baik itu diikatkan di bagian pinggang ataupun digantungkan di bagian leher. Ini karena, hampir seluruh Gerakan Tari Jaipong akan melibatkan Gerakan dengan sampur ini.

  • Apok

Apok, atasan properti tari jaipong

Apok adalah sebutan untuk baju atasan yang dipakai penari Jaipong. Mempunyai kancing dan dihiasi bordiran yang umumnya berbentuk bunga dan daun di bagian sudut-sudutnya. Modelnya pun sebenarnya tidak berbeda jauh dengan model baju kebaya tradisional. Selain itu, biasanya Apok ini menggunakan warna-warna terang seperti kuning, merah, ataupun biru muda.

  • Sinjang

Sinjang, Properti tari jaipong bagian bawah

Sinjang adalah bawahan dari Apok. Pemakaian Sinjang kain yang mirip dengan celana, yang akan diikatkan di pinggang hingga kaki penari. Tapi, sekarang ini, seiring berkembangnya zaman, sudah banyak penari Jaipong yang menggunakan Sinjang dengan model dan kreasi lain, bahkan mulai sangat jarang dipakai.

2. Alat Musik

Selain busana tarian, ada properti berupa iringan tari Jaipong yang biasanya dipakai ketika pementasan. Yang paling mencolok dari pengiring atau alat musik Jaipongan adalah kendang. Namun selain kendang atau gendang, alat musik lainnya berikut ini juga jadi panduan para penari Jaipong dalam melakukan Gerakan menarik, yaitu:

  • Ketuk
  • Rebab
  • Gong
  • Kecrek
  • Juru Alok
  • Demung
  • Rincik
  • Bonang
  • Saron I, II

Adapula pelantun lagu atau penyanyi ketika pertunjukan Jaipong, yang biasanya disebut Sinden.

3. Setting Panggung

Umumnya, tarian Jaipong ini dibawakan oleh satu orang penari. Namun berdasar peraturan yang dibuat oleh penciptanya, tarian ini akan lebih terlihat menarik bila dimainkan oleh penari berjumlah ganjil, bisa 3 ataupun 5 orang penari.

Semua penari ini adalah wanita. Dalam pertunjukkan Jaipong ini, pria bisa menari namun ia harus membayar saweran untuk penari wanita.

Itu dia beberapa hal tentang tari Jaipong dari Jawa Barat ini. Tari Jaipong ini terbilang memiliki beberapa keunikan. Beberapanya sebenarnya sudah disebutkan sebelumnya, seperti tarian ini tidak seperti tarian daerah lain yang hanya lemah lembut atau lemah gemulai saja, tapi tari Jaipong ini terbilang tarian enerjik yang membuat penontonnya pun tidak merasa bosan ketika melihat pementasan tari Jaipong.

Jaipongan juga punya musik pengiring yang menarik dan gembira. Perpaduan gendang, gong, alat musik ketuk dan juga vokal dari Sinden berpadu dengan baik, sehingga menghasilkan pementasan yang menarik. Bagian kostum busana penari pun identik dengan para penarinya.

Baca Juga: 13 Properti Tari Kuda Lumping yang Berguna untuk Memaksimalkan Penampilan

Tarian Jaipong ini pun punya ciri khas yang kental seperti gaya kaleran atau keceriaan, erotis, humoris, semangat, spontanitas namun juga ada kesederhanaan. Selain itu, walaupun tarian ini asalnya dari Jawa Barat, namun nama tarian ini sudah sangat dikenal luas ke seluruh penjuru negeri.

Related posts

Tak Hanya Batik, Indonesia Juga Memiliki Beragam Kain Tenun Nusantara!

Rostina

7 Jenis Alat Musik Sulawesi Selatan dan Cara Memainkannya

Rostina

Sejarah, Makna dan Properti Tari Legong Khas Bali

Marsyaviani

Leave a Comment