Budaya

Sejarah, Makna dan Properti Tari Legong Khas Bali

Properti Tari Legong khas Bali

Tari Kecak atau Tari Pendet, mungkin kamu sudah sangat sering mendengarnya. Tapi tahukah kamu tentang Tari Legong? Ini juga merupakan salah satu tarian asal Bali, lho. Karena tarian ini asalnya juga dari Indonesia, kita tentunya harus tau sejarahnya, makna dan juga properti Tari Legong. Kamu bisa cari tau itu semua, di artikel di bawah ini!

Sejarah Tari Legong

Walaupun namanya mungkin terdengar asing, tapi bisa jadi kamu sudah sering melihat tarian ini lho. Tari Legong ini merupakan tarian daerah yang dilakukan oleh wanita dengan jumlah 2 orang. Tarian ini sendiri termasuk dalam jenis tarian dengan tempo yang lambat.

Nama Legong diambil dari kata ‘leg’ yang berarti Gerakan tari yang luwes, dan kata ‘gong’ yang diambil dari nama alat musik tradisional pengiring tari ini, yaitu gamelan.

Tari Legong ini asalnya adalah dari daerah lingkungan keraton-keraton di Bali pada abad ke-18. Berdasarkan sejarah, tarian Legong ini lahir dari mimpi seorang pangeran, yang kemudian banyak yang meyakini bahwa mimpi ini terjadi pada Pangeran Sukawati saat ia sakit. Di mimpi tersebut, Pangeran Sukawati dikatakan melihat 2 penari wanita, yang bergerak anggun.

Baca Juga: 7 Properti Tari Kecak dan Keunikannya

Tarian itu diiringi musik gamelan khas dari Bali. Kemudian, Pangeran Sukawati membuat tarian yang ia ingat dalam mimpinya, dibantu bendesa atau pemimpin adat ketewel. Setelah pangeran sembuh dari sakitnya, tarian tersebut diajarkannya pada para wanita di kerajaan. Akhirnya, tarian ini terkenal sampai ke luar istana, dan menjadi bagian utama dari Upacara Odolan.

Dikatakan pula, penari tarian Legong merupakan dua gadis yang belum datang bulan, menari di bawah sinar purnama. Mereka dilengkapi dengan kipas, dan ada juga beberapa tarian Legong yang tanpa kipas yang disebut Condong.

Makna Tari Legong

Seperti yang disebutkan sebelumnya, tarian Legong termasuk jenis tarian bertempo lambat. Tarian ini lemah gemulai, yang punya makna keagamaan dan juga sejarah di dalam budaya Bali. Gerakan tarian tersebut adalah simbol dari rasa syukur masyakarat Bali pada nenek moyang mereka. Namun, semakin berjalannya waktu, makna tari Legong ini pun bergeser. Tari Legong ini bukan hanya sebatas ungkapan syukur saja, tapi juga tarian hiburan serta tarian untuk menyambut wisatawan.

Tarian Legong ini terbilang tarian yang cukup kompleks, dengan menyatukan Gerakan dengan iringan musik gamelan. Bila dipahami lebih dalam, geraka kompleks ini konon katanya akibat dari adanya gambuh. Jadi, Gerakan tari Legong ini terutama bagian aksennya, bersenyawa dengan bunyi-bunyi gamelan yang mengiringi tari tersebut.

Properti Tari Legong

Adapun beberapa properti Tari Legong yang biasa digunakan para penari, yaitu:

1. Gelungan

Gelungan Properti Tari legong bagian kepala

Gelungan adalah hiasan kepala yang terdiri dari beberapa jenis, yang penggunaannya disesuaikan dengan jenis tarian yang akan ditampilkan. Salah satu gelungan adalah gelungan legong sambeh bintang yang terbuat dari janur atau ron, yang dihias dengan plendo dan juga daun puring. Bentuk gelungan ini seperti uang kepeng, yang ditambahkan warna putih, hijau, merah dan bunga-bunga sebagai hiasan kepala.

Ada juga gelungan papundakan, yang punya mahkota bentuk segitiga di bagian belakangnya, Biasanya, gelungan jenis ini dipakai pada Legong Keraton. Selain itu, adapula gelungan pepusungan yang khas dengan lipatan rambut di bagian belakang. Sedangkan pada rambut di bagian samping dan depan, akan diberi hiasan berupa bunga kamboja.

2. Kipas Tangan

Kipas Tangan Menjadi bagian dalam properti tari legong

Ini merupakan properti Tari Legong yang khas, dengan warna terang, cenderung mengkilap, dan umumnya di bagian tengahnya punya corak panjang serta lancip di bagian ujung.

3. Udeng

Udeng

Udeng adalah ikat kepala. Ikat kepala udeng yang dipakai penari Legong adalah udeng pepundakan, yang punya bentuk segitiga di bagian belakangnya.

4. Kembang Goyang

Properti tari legong, kembang goyang

Kembang goyang ini merupakan properti hias yang dipasang dekat dengan mahkota. Bentuknya memanjang ke atas dan terdiri dari bunga berwarna putih yang disusun rapi. Sedangkan di bagian ujung atas, terdapat bunga warna merah. Bunga-bunga ini akan membuat tarian jadi lebih menarik, karena ketika menari, bunga akan ikut bergoyang sesuai Gerakan kepala para penari.

5. Mahkota Kepala

Mahkota Kepala pada tari legong

Ini juga merupakan salah satu properti hias yang wajib dipakai saat pertunjukkan. Warnanya keemasan dengan tambahan hiasan yang menjuntai di kanan dan kirinya. Hiasan ini akan melambai mengikuti Gerakan kepala para penari.

6. Badong

Badong dalam properti tari legong

Badong merupakan mahkota hias yang dipakai di bagian leher seperti kalung. Ketika dipakai, badong akan menutupi bagian leher bawah sampai dada bagian atas. Bahan yang biasa dipakai untuk membuat badong adalah kulit hewan.

7. Gelang

Gelang

Para penari Legong umumnya memakai gelang dengan ukiran khas Bali. Gelangnya berbentuk bulat, terbuat dari perak dan memiliki berat sekitar 25 mg.

Baca Juga: 7 Jenis Alat Musik Sulawesi Selatan dan Cara Memainkannya

Itu dia beberapa hal tentang Tarian Legong asal Bali, mulai dari sejarahnya, makna dari tarian tersebut serta properti apa saja yang digunakan dalam tarian Legong. Sebagai warga negara Indonesia, kita harus tau dan juga memahami tentang salah satu tarian tradisional dari negara kita satu ini.

Related posts

Mengenal Beragam Jenis Tari Adat Sulawesi Selatan Dan Keunikannya

Rostina

6 Pakaian Adat Sumatera Barat yang Penuh Makna

Risma

17 Ragam Tari Adat dari Kalimantan

Marsyaviani

Leave a Comment