Budaya

7 Properti Tari Kecak dan Keunikannya

Properti Tari Kecak

Tari kecak tentu terdengar sudah tidak asing lagi di telinga kamu. Tarian khas Pulau Dewata ini merupakan suatu pertunjukan dramatari yang menceritakan Ramayana dan dimainkan terutama oleh laki-laki. Kecak berasal dari ritual sanghyang, yakni tradisi tarian yang para penarinya dalam kondisi tidak sadar untuk melakukan komunikasi dengan tuhan dan roh para leluhur, lalu menyampaikan harapan-harapan kepada masyarakat. Ada beberapa properti tari kecak yang harus disiapkan untuk memulai tarian ini.

Baca Juga : Mengenal Properti Tari Merak dan Fungsinya

Tari kecak dilakukan oleh puluhan laki-laki yang duduk berbaris menglingkar dengan irama tertentu yang menyerukan ‘cak’ dengan mengankat kedua tangan. Hal ini menggambarkan kisah Ramayana ketika barisa kera membantu Rama dalam melawan Rahwana. Para penari ini mengenakan kain kotak-kotak hitam putih seperti papan catur melingkari pinggang. Dalam tarian ini, ada pula yang berperan menjadi tokoh-tokoh Ramayana, seperti Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman, dan Sugriwa.

Tarian ini tidak diiringi musik, melainkan hanya gemerincing dari krincingan yang dikenakan para penari yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana.

Sejarah Tari Kecak

Pasalnya, pada tahun 1930, Tari kecak diciptakan oleh Wayan Limbak yang bekerja sama dengan pelukis asal Jerman Walter Spies. Mereka menciptakan tarian ini berdasarkan tradisi Sanghyang dan bagian dari kisah Ramayana. Tari Kecak ini populer ketika Wayan Limbak berkeliling dunia bersama rombongan penari Bali-nya.

Karakteristik Tari Kecak

Tari kecak memiliki karakteristik tertentu yaitu gerakan tangan dalam proses tari kecak merupakan sebuah cerita Ramayana saat peristiwa Dewi Shinta diculik oleh Rahwana. Cerita tersebut dibawakan hingga akhir tarian sampai akhirnya berhasil membebaskan Dewi Shinta.

Gerakan Tari Kecak

Dalam tari kecak, geakan penari dibagi menjadi 4 bagian adegan. Adegan pertama, kisah ketika Dewi Shinta diculik oleh Rahwana saat Rama sedang berburu di Hutan. Lalu, adegan kedua, adegan burung grauda yang menolong Dewi Shinta namun gagal karena sayapnya putus ditembak Rahwana.

Pada adegan ketiga, Rama dan Laksamana tersesat di hutan, sehingga meminta Hanoman untuk menyelamatkan Dewi Shinta dari Rahwana. Dan adegan keempat, Hanoman membakar kerajaan Alengka Pura dan mengabarkan pada Shinta untuk tenang menunggu pertolongan dari Rama.

Keempat adegan tersebut bila digabungkan menjadi sebuah cerita yang berkisah mengenai kejahatan Rahwana yang menculik Dewi Shinta, kemudian diselamatkan oleh Rama melalui Hanoman.

Nilai Seni Tinggi

Meski tarian ini tidak diiringi musik, namun tari kecak terlihat indah dengan gerakannya yang kompak dan enerjik. Setiap geakan yang dilakukan oleh para penari selalu seirama dan memiliki nilai seni tinggi. Tari tradisional bali ini bisa dilakukan massal dengan jumlah ribuan penari laki-laki. Meskipun penonton bukan beragama hindu dan tidak mengerti cerita yang diangkat dalam tarian tersebut, tetapi dipastikan seluruh penonton akan menikmatinya.

Baca Juga: Fakta Menarik dari Garuda Wisnu Kencana, Ikon Pariwisata Terkenal di Bali

Properti Tari Kecak

Tahukah kamu ada beberapa properti yang wajib saat pementasan tari kecak? Diantaranya, yakni bara api, bunga kamboja, gelang krincing, selendang hitam putih, topeng, tempat sesaji, dan tata rias.

1. Bara Api

Tari kecak disebut juga dengan tari api. Dalam pementasannya, para penari duduk melingkari api unggun. Di tengah lingkaran akan ada berbagai tokoh pewayangan Ramayana yang memerankan karakter masing-masing. Dalam tarian ini, para penari akan menggunakan bara api dengan menginjaknya dengan kaki telanjang dan penari yang terbakar tidak akan merasa sakit ataupun terluka karena tarian ini dipercaya menggunakan bantuan mistis.

Bahkan, para penari diyakini adanya kekuatan gaib sehingga para penari mengalami kerasukan roh dan bisa melakukan hal-hal yang tidak sewajarnya selama tarian kecak berlangsung. Secara keseluruhan, tari kecak penuh dengan adegan dan atraksi sakral sehingga menambah kesan mistis.

2. Bunga Kamboja

Bunga Kamboja dalam Properti Tari Kecak Bali
Source: Natamagazine.co

Dalam tari kecak, bunga kamboja biasanya diselipkan disalah satu telinga para penari. Bunga ini sering digunakan dalam berbagai upacara tertentu. Mayarakat Bali percaya bahwa bunga kamboja merupakan sari alam yang membawa pencerahan dan sari kebaikan, sehingga bunga kamboja juga dijadikan alat untuk menjalin hubungan dengan alam.

Bunga kamboja juga sangat erat bahkan tidak dapat dipsahkan dari masyarakat Bali. Bunga ini juga tumbuh diberbagai sudut kota di Bali, terutama di Pura, diantaranya Pura ulun Danu, Pura Gelgel, Pura Tanah Lot, dan Pura Besakih.

3. Gelang Krincing

Gelang Sebagai Properti Tari Kecak
Source: Dedidwitagama.wordpress.com

Tarian Trandisional biasanya diringi musik gamelan danalamt musik tradisional lainnya, namun tidak dengan tari kecak. Ritme dalam tarian ini tercipta dari teriakan sang penari yang menyerukan “cak cak cak” secara kompak diserukan oleh puluhan penari.

Selain itu, dalam Tari Kecak, gelang krincing ini digunakan dipergelangan kaki penari pria yang menjadi Ramayana. Gelang krincing ini digunakan sebagai pengganti alat musik. Suaranya cukup keras sebagai pengiring musik. Gelang krincing ini, biasanya dipakai pada penggelangan tangan dan juga kaki.

4. Selendang Hitam Putih

Tari Kecak yang Menawan
Source: Lakumas.com

Pengiring tari kecak biasanya mengenakan selendang dengan motif kotak-kotak hitam putih seperti papan catur. Selendang tersebut dikenakan sebagai bawahan penari yang dilingkar keseluruh pinggang. Namun, Selendang ini memiliki makna tersediri, yakni konsep Rwa Bhineda yang identik dengan hitam putih.

Rwa bhineda dalam kepercayaan masyarakat Bali merupakan representasi dari dua sifat yang saling bertolak belakang. Penggunaan kedua warna ini memberikan keseimbangan seperti yang terjadi di alam.

5. Topeng

Properti Topeng pada tari kecak
Source: Pegipegi.com

Topeng merupakan properti yang wajib saat tari kecak berlangsung. Biasanya topeng ini digunakan oleh penari utama yang berperan sebagai Hanoman, Sugriwa, dan Rahwana.

Biasanya, topeng Bali dibuat dari bahan kayu dan biasanya menggunakan kenanga dan pule. Dalam prosesnya, ada beberapa tahap pemahatan yang harus dilalui sampai akhirnya menjadi topeng. Selain itu, adanya pakem tertentu dalam penggambaran sifat tokoh membuat para perajin topeng harus memiliki keterampilan khusus.

6. Tempat Sesaji

Sesaji sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Bali. Dalam masyrakat Bali sesaji sering disebut dengan Canang Sari. Sesaji tersebut dapat ditemui dimanapun diberbagai tempat. Hal ini dikarenakan, masyarakat Bali percaya bahwa sesaji mampu menolak bala, kesialan, dan mendatangkan keberuntungan. Canang merupakan simbol persembahan kepada Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) sebagai ungkapan rasa syukur atas kedamaian yang telah diberikan pada dunia.

Sesaji juga menjadi properti penting dan wajib dalam tari kecak. Hal ini bisa menjadikan tari kecak semakin sakral dan mistis di hadapan penonton.

7. Tata Rias

Para pemain yang memerankan tokoh-tokoh dalam cerita Ramayana akan memakai riasan sedemikian rupa, sehingga menyerupai karakter tokoh tertentu yang diperankan. Hal ini dilakukan agar penampilan lebih maksimal ditambah dengan aksesoris dan properti pendukung adengan juga dipakai para penari.

Nah, sekarang kamu sudah tahu kan asal usul dan properti apa saja yang digunakan saat tari kecak berlangsung. Jangan lupa ya, kalau kamu berkunjung ke Bali untuk mampir ke kawasan Uluwatu untuk menyaksikan tari kecak ini. Eittss.. tapi dimasa pandemi ini tetap patuhi protokol kesehatan ya.

Related posts

Properti Tari Jaipong, Beserta Sejarah dan Maknanya

Marsyaviani

Tak Hanya Batik, Indonesia Juga Memiliki Beragam Kain Tenun Nusantara!

Rostina

Sejarah, Jenis dan Properti Tari Serimpi Asal Yogyakarta

Marsyaviani

Leave a Comment