Budaya

12 Properti Tari Piring yang Wajib Digunakan dalam Setiap Pentas

Properti Tari piring

Berbicara tentang kebudayaan Indonesia tidak akan pernah ada habisnya. Setiap daerah di Indonesia memiliki kebudayaan yang sangat beragam, mulai dari tradisi masyarakatnya hingga kesenian daerah. Lebih membanggakan lagi, sudah banyak kebudayaan Indonesia yang dikenal di mancanegara. Salah satunya adalah tari piring yang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Setiap penampilan para penari, selalu ada beberapa properti tari piring yang wajib dikenakan.

Baca Juga: Wah.. Rumah Gadang di Sumatera Barat Ternyata Rumah Anti Gempa Loh

Menurut legenda yang sampai sekarang masih dipegang, tari piring mulai ada sejak abad 12. Pada masa itu, tari piring merupakan bentuk persembahan pada dewa sekaligus rasa syukur atas hasil panen yang melimpah ruah. Kemudian setelah agama Islam masuk ke Minangkabau pada abad 14, tari piring tidak lagi dilakukan untuk memuja dewa melainkan hanya sebuah hiburan rakyat.

Tari piring termasuk kesenian daerah yang sangat unik, sebab menggunakan piring dalam pertunjukannya. Pemakaian piring juga sekaligus menjadi kesulitan tersendiri bagi para penari. Maka tak heran jika tari piring hanya bisa dilakukan oleh profesional lantaran cara memegang piring di tangan kanan dan kiri yang tidak bisa sembarangan. Agar lebih jelas, simak uraian tentang jenis-jenis properti tari piring seperti berikut ini.

1. Piring

Properti Tari Piring

Seperti namanya, piring menjadi properti yang wajib ada dalam tari piring alias tidak bisa digantikan oleh benda lain. Properti piring yang digunakan umumnya piring berwarna putih dengan ukuran yang tidak terlalu sedang. Ukuran tersebut akan pas jika berada di genggaman para penari sehingga piring tidak akan mudah terjatuh. Piring menjadi obyek utama dalam melakukan setiap gerakan tari piring. Tangan yang menggenggam piring akan terus bergerak, berputar dan bahkan menghadapkan piring ke arah bawah.

2. Baju Kurung

Baju kurung, properti tari piring

Pada tarian tradisional, para penari selalu mengenakan pakaian khusus yang identik dengan sentuhan etnik. Sebagaimana dalam tari piring, penari juga memakai pakaian khusus yang sering disebut baju kurung. Properti tari piring tersebut merupakan baju berpotongan longgar yang secara khusus dibuat dari bahan satin dan beludru. Kedua bahan pakaian itulah yang membuat baju kurung memiliki kesan mewah dan berkelas. Selain itu, baju kurung juga selalu dibuat dengan warna yang cerah sesuai dengan irama musik pada tari piring. Kesan glamour semakin terlihat dari motif bunga pada baju kurung yang dijahit dengan benang emas.

3. Busana Rang Mudo

Busana Rang Mudo sebagai properti tari piring

Jika baju kurung dipakai penari wanita dalam tari piring, maka pakaian rang mudo menjadi busana bagi penari pria. Ciri khas busana rang mudo terlihat dari bagian lengan yang lebih lebar dengan hiasan berwarna emas. Di bagian leher juga biasanya terdapat ornamen senada yang juga memakain warna emas. Busana rang mudo sering disebut busanaa gunting cina karena bentuknya menyerupai gunting cina.

Baca Juga: Mengenal Properti Tari Merak dan Fungsinya

4. Kain Kodek

Sebagai pasangan baju kurung bagi penari wanita di tari piring, ada kain kodek sebagai bawahannya. Kain kodek memiliki potongan menyerupai sarung yang dibuat dengan teknik songket. Senada dengan baju kurung, kain kodek juga didominasi warna keemasan yang melambangkan kebijaksanaan. Bukan kain biasa, kain kodek merupakan properti tari piring yang dibuat khusus untuk kesenian tersebut. Jadi pada kebutuhan lain, kain kodek hampir jarang ditemui.

5. Sisamping

Tak tertinggal, Properti tari piring sisamping

Sisamping adalah pakaian tambahan berupa kain songket yang dikenakan penari. Kain ini digunakan pada lapisan terluar setelah pemakaian celana panjang. Sisamping dipakai menutupi pinggang hingga lutut oleh penari pria maupun wanita. Perlu diingat bahwa sisamping hanya dipakai oleh penari pria atau wanita yang sudah memakai celana panjang. Sedangkan jika penari wanita sudah memakai kain kodek, tidak perlu memakai sisamping.

6. Cawek Pinggang

Cawek Pinggang, Properti Tari piring

Properti tari piring yang satu ini masih menjadi bagian dari pakaian penari. Cawek pinggang atau yang sering disebut ikat pinggang berfungsi untuk mengencangkan bagian bawah pakaian penari. Cawek pinggang pada penari wanita akan tertutup oleh baju kurung, sedangkan pada penari pria properti ini digunakan di luar kain kodek. Pada bagian ujung cawek pinggang biasanya terdapat kain songket lengkap dengan rumbai untuk memberikan kesan meriah. Sedangkan warnanya harus disesuaikan dengan warna pakaian seluruhnya agar terlihat harmonis dan serasi.

7. Tengkuluk Tanduk

Pakaian adat Minangkabau memiliki ciri khas pada bagian hiasan kepala yang memiliki dua ujung tinggi dan runcing. Hiasan kepala itu juga menjadi properti wajib para penari wanita saat menampilkan tari piring. Tengkuluk Tanduk dibentuk dari kain tradisional yang bernama kain Balapak. Perlu keahlian khusus untuk membentuk kain tersebut menjadi Tengkuluk Tanduk yang sangat ikonik. Warna emas masih menjadi pilihan yang dominan dari Tengkuluk Tanduk untuk semakin menegaskan kesan mewah dari tampilan para penari wanita.

8. Subang

Tidak hanya mengenakan pakaian dengan warna yang mencolok, penari wanita dalam pertunjukan tari piring juga melengkapi dirinya dengan aksesoris. Salah satunya adalah subang alias anting. Bukan anting biasa, subang adalah hiasan telinga para penari wanita di tari piring yang memiliki rumbai. Panjangnya pun biasanya sampai bisa menyentuh pundak. Baik pada penari yang mengenakan jilbab, subang tidak pernah ditinggalkan. Properti tari piring yang satu ini menambah kesempurnaan penampilan penari wanita.

9. Kalung Gadang

Tampilan penari wanita pada tari piring harus benar-benar maksimal. Selain memakai anting yang panjang, para penari wanita tersebut juga harus mengenakan kalung gadang. Lagi-lagi bukan kalung biasa, kalung gadang terbuat dari untaian bongkahan yang berukuran besar sehingga mampu menutupi bagian dada. Kesan etnik begitu terlihat dari kalung gadang sehingga keseluruhan penampilan penari wanita menjadi lebih sempurna.

10. Saran Gelembong

Kembali lagi ke properti tari piring yang termasuk pakaian atau kostum, kali ini ada saran gelembong. Properti ini merupakan celana dengan bagian tengah yang lebih lebar. Awalnya saran gelembong hanya dipakai oleh penari pria dalam tari piring. Namun seiring perkembangan zaman, saran gelembong juga bisa dipakai oleh penari wanita. Hanya saja, saran gelembong untuk penari wanita sedikit mengalami modifikasi hingga bentuknya menyerupai rok ketika dikenakan.

10. Deta atau Destar

Properti Tari piring, Deta
Source: Budayaindonesiasumbar.blogspot.com

Jika penari wanita menggunakan hiasan kepala bernama tengkuluk tanduk, maka penari pria juga memakai aksesoris kepala yang bernama deta atau destar. Hiasan kepala ini juga masih terbuat dari kain songket dengan warna dominan emas atau menyesuaikan dengan seluruh kostum penari.

Baca Juga: Sejarah, Jenis dan Properti Tari Serimpi Asal Yogyakarta

12. Kaos Kaki

Properti tari piring yang juga tidak boleh terlewatkan adalah kaos kaki. Kaos kaki menjadi properti cukup penting yang tidak selalu digunakan, menyesuaikan pada tempat menari. Apabila pentas di ruangan indoor dengan lantai lembut, kaos kaki tidak digunakan. Kaos kaki oleh para penari tari piring digunakan sebagai pelindung kaki saat pentas di luar ruangan. Biasanya kaos kaki yang digunakan berwarna netral atau menyerupai warna kulit sehingga tidak mencolok di antara kostum yang lainnya.

12 properti tari piring yang sudah dijelaskan di atas merupakan properti penting yang tidak boleh tertinggal. Berpadu dengan gerakan tari yang khas, penggunaan semua properti akan menjadikan penampilan para penari semakin sempurna dan lengkap.

Related posts

Mengenal Properti Tari Merak dan Fungsinya

Rostina

Dibalik Kemewahan Gaya Hidup Orang Manado

Rostina

13 Properti Tari Kuda Lumping yang Berguna untuk Memaksimalkan Penampilan

Risma

Leave a Comment