Budaya

13 Properti Tari Kuda Lumping yang Berguna untuk Memaksimalkan Penampilan

Properti Tari Kuda Lumping

Setiap wilayah di Indonesia memiliki kesenian tari, termasuk daerah Jawa. Salah satu seni tari yang terkenal dari Jawa adalah Kuda Lumping yang biasa ditampilkan sebagai ungkapan selamat datang atau pada perayaan hari tertentu. Tarian tersebut bercerita tentang pasukan prajurit dengan kuda sebagai tunggangannya. Tentu bukan kuda sungguhan yang dibawa saat menari, melainkan tiruan kuda yang terbuat dari bambu. Bersama dengan kuda tiruan tersebut, masih ada beberapa properti tari Kuda Lumping lain yang tidak boleh dilewatkan.

Tari Kuda Lumping merefleksikan semangat para prajurit berkuda saat berlaga di medan perang. Karena itulah, para penari selalu melengkapi diri mereka dengan kostum yang sesuai, properti lengkap serta riasan wajah yang mendukung penampilan. Semua itu digunakan para penari Kuda Lumping untuk mendalami peran mereka sekaligus agar bisa menyampaikan pesan dari kesenian tersebut. Berikut adalah sederet properti yang umum digunakan oleh para penari Kuda Lumping di berbagai kesempatan.

Baca Juga: 12 Properti Tari Piring yang Wajib Digunakan dalam Setiap Pentas

1. Anyaman Kuda

Anyaman Kuda, Properti Tari Kuda Lumping yang Wajib ada

Anyaman kuda merupakan properti tari Kuda Lumping yang utama dan wajib ada. Bahkan properti ini tidak hanya digunakan saat penampilan, melainkan juga ketika latihan. Gerakan tari Kuda Lumping sangat bergantung pada anyaman kuda ini. Umumnya anyaman kuda dibuat dari bambu dengan tambahan pewarna dan aksesoris yang mendukung. Namun saat ini sudah banyak anyaman kuda yang terbuat dari bahan lain, misalnya plastik yang dianggap lebih bisa menghemat anggaran.

2. Baju Atasan

Kostum atau pakaian yang dikenakan penari Kuda Lumping terdiri dari beberapa bagian. Bagian yang pertama akan dibahas yaitu baju atasan. Karena tarian ini bernuansa penuh semangat dengan alunan musik yang menghentak, maka pakaian yang dikenakan juga bernuansa cerah. Untuk bagian atasan, penari Kuda Lumping biasanya memakai kemeja atau kaos lengan panjang berwarna cerah. Warna putih adalah yang paling kerap digunakan karena menjadi paduan yang pas untuk pakaian pelengkap lain.

3. Rompi

Masih membahas pakaian penari Kuda Lumping bagian atas, ada rompi sebagai pelengkap penampilan. Properti tari Kuda Lumping yang satu ini dipakai di bagian luar setelah baju atasan berupa kaos atau kemeja lengan panjang. Warna yang dipilih tidak lagi sama dengan warna baju atasan. Biasanya warna merah selalu dominan sebagaimana kesan penuh semangat dari kesenian tari ini. Rompi yang dipakai tidak hanya polos melainkan sudah dilengkapi berbagai aksen yang menambah kesan mewah.

Baca Juga: Sejarah, Jenis dan Properti Tari Serimpi Asal Yogyakarta

4. Apok

Apok pada properti tari kuda lumping

Setelah mengenakan rompi, para penari Kuda Lumping menyempurnakan penampilan mereka dengan memakai apok. Properti yang termasuk dalam kostum ini berupa hiasan yang dipakai pada bagian leher hingga menutupi dada. Apok juga dihiasi dengan berbagai ornamen untuk membuat tampilannya semakin meriah. Hiasan leher itu bisa dikenakan baik oleh penari Kuda Lumping pria maupun wanita. Tak jarang penari pria mengenakan properti ini hanya dengan rompi, tanpa menggunakan baju atasan untuk menonjolkan tampilan gagah berani.

5. Penutup Kepala

Beralih ke properti tari Kuda Lumping yang dipakai pada bagian kepala. Properti ini disebut penutup kepala yang memang menjadi salah satu ciri pakaian adat Jawa untuk laki-laki. Namun di kesenian tari Kuda Lumping, penutup kepala juga bisa dipakai oleh penari perempuan. Pemakaian penutup kepala ini memiliki arti sebagai penghormatan sekaligus simbol pelindung bagi prajurit yang berangkat ke medan pertempuran. Penutup kepala yang biasa digunakan selalu memiliki corak khas Jawa yang sangat unik.

6. Sesumping

Sesumping, Penghias properti tari kuda lumping pada bagian telinga

Tampilan penari Kuda Lumping tidak pernah melewatkan pemakaian sesumping. Aksesoris yang digunakan pada telinga ini dipakai semua penari baik laki-laki maupun perempuan. Hiasan telinga yang terbuat dari bahan kaku ini memang termasuk aksesoris khas pada berbagai kesenian Jawa, seperti wayang orang. Warna emas dari properti ini melambangkan kemewahan, cocok dengan konsep tari Kuda Lumping yang ceria dan semangat.

7. Celana Panjang

Masih seputar kostum wajib para penari Kuda Lumping, tentu penampilan mereka tidak akan lengkap tanpa bawahan berupa celana panjang. Celana yang digunakan biasanya memiliki panjang di atas mata kaki, yang artinya tidak menutup seluruh bagian kaki. Warna celana sebagai properti tari Kuda Lumping biasanya disamakan dengan warna rompi akan penampilan para penari semakin serasi. Bahkan hiasan atau ornamen pada celana juga disamakan dengan yang ada pada rompi.

8. Gelang Kaki

Gemericik Di kaki berasal dari gelang kaki pada properti tari kuda lumping

Gelang kaki merupakan properti yang sangat identik dengan kesenian tari Kuda Lumping. Properti ini bisa dikatakan sangat jarang digunakan pada kesenian tari yang lain. Gelang kaki yang dikenakan para penari akan menghasilkan suara yang khas bersama dengan hentakan kaki sesuai alunan musik. Jadi properti yang satu ini tidak hanya sebagai pelengkap penampilan tapi jgua sebagai penambah semarak pada tarian.

9. Cambuk atau Cemeti

Kuda sudah ada, cambuk juga tidak boleh luput dalam properti tari kuda lumping

Pada pertunjukan tari Kuda Lumping, penari akan membawa cemeti di salah satu sisi tangannya sementara sisi tangan yang lain memegang anyaman kuda. Cemeti ini merupakan properti tambahan seperti layaknya penunggang kuda sungguhan yang menggunakan benda tersebut untuk memacu kuda. Pada pertunjukannya, cemeti yang digunakan sebagai properti tari Kuda Lumping biasanya merupakan imitasi dengan ukuran yang lebih pendek. Namun ada juga yang menggunakan cambuk asli dengan ukuran lebih panjang pada pertunjukan tertentu.

10. Gelang Hias

Untuk membuat penampilan para penari Kuda Lumping semakin istimewa, penggunaan gelang hias tidak boleh dilewatkan. Aksesoris yang dipakai pada kedua tangan ini merupakan gelang berukuran lebar dengan hiasan tertentu yang disesuaikan dengan warna kostum keseluruhan. Warna yang paling sering dipilih adalah warna keemasan sebagai simbol dari kemewahan serta kegagahan para prajurit.

Baca Juga: 7 Properti Tari Kecak dan Keunikannya

11. Selendang

Seperangkat kostum penari Kuda Lumping juga selalu disertai dengan selendang. Selendang yang dimaksud adalah kain panjang yang dipakai pada bagian pinggang. Warna cerah dari properti tari Kuda Lumping yang satu ini akan menjadi kombinasi yang pas dengan semua kostum yang dikenakan. Tidak hanya sebagai hiasan, selendang juga kerap kali dimanfaatkan untuk mendukung gerakan penari.

12. Kaos Kaki Panjang

Sebenarnya kaos kaki panjang bukan aksesoris wajib dalam kesenian tari Kuda Lumping. Penggunaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan dari penampilan para penari. Untuk pertunjukan di luar ruangan, kaos kaki menjadi barang yang wajib dipakai sebagai pelindung kaki para penari. Ada juga pertunjukan tari Kuda Lumping yang memakai kaos kaki karena biasanya itu ditampilkan di dalam ruangan atau di atas panggung.

13. Sabuk Hias

Sabuk hias pada penari Kuda Lumping bertujuan sebagai hiasan di bagian pinggang selain memang berguna sebagai pengikat agar kostum tidak mudah terlepas. Warna sabuk umumnya hitam dengan hiasan yang diserasikan dengan konsep kostum. Sabuk hias ini tidak selalu digunakan semua penari Kuda Lumping. Hanya pada kelompok tari tertentu saja properti ini digunakan.

Dengan memakai properti tari Kuda Lumping, maka penampilan para penari akan semakin istimewa. Tidak hanya mengutamakan gerakan yang sesuai alunan musik, properti yang dipakai juga bisa menyampaikan pesan atau makna dari tarian tersebut.

Related posts

7 Permainan Tradisional Indonesia yang Legendaris, Tetap Seru Dimainkan

Risma

Fakta Menarik dari Garuda Wisnu Kencana, Ikon Pariwisata Terkenal di Bali

Marsyaviani

6 Pakaian Adat Sumatera Barat yang Penuh Makna

Risma

Leave a Comment