Loading...

Minggu, Juli 25, 2021

Gunung Panderman, Gunung Favorit Pemula Dengan Keindahan yang Memikat

Mendaki Gunung Panderman

Namanya mungkin masih asing didengar para pendaki di luar Jawa Timur. Namun, di daerah asalnya, Kota Batu, Jawa Timur, nama Gunung Panderman ini sudah dikenal sebagai salah satu gunung populer yang jadi favorit para pendaki.

Gunung Panderman ini adalah salah satu gunung yang merupakan bagian dari gugusan Gunung Putri Tidur di kawasan Kota Batu, Malang. Ketinggian gunung ini hanya 2045 mdpl, itulah kenapa, gunung ini jadi favorit para pendaki pemula. Apalagi, waktu yang dibutuhkan pendaki untuk sampai puncak hanya 3 sampai 4 jam saja, sehingga bukan sesuatu yang sulit untuk ditempuh para pendaki pemula.

Baca Juga: Wow! Berfoto di 8 Tempat Ini Bisa Dapatkan Gambar Pemandangan Indah Tiada Duanya

Titik tertinggi gunung ini bernama Puncak Basundara. Bila kamu datang dari arah Malang, akan memerlukan waktu kurang lebih 1,5 jam menuju titik awal pendakian gunung ini. Untuk sampai ke puncaknya, kamu akan melewati banyak tanjakan yang punya kontur tanah berpasir. Jadi, bila kamu datang di saat cuaca sedang sering hujan, diharapkan untuk selalu berhati-hati, karena trek yang akan kamu lalui akan jadi sangat licin.

Asal Usul Nama

Mungkin tidak ada yang aneh dari nama gunung satu ini. Tapi, tahukah kamu, nama Panderman ini diambil dari nama orang Belanda, yaitu Van Der Man. Jadi, beliau ini adalah pendaki pertama yang berhasil menaklukkan puncak gunung ini. Karena itulah, sejak saat itu, gunung tersebut pun disebut sebagai Gunung Panderman.

Puncak Gunung Panderman

Jalur Pendakian

Untuk menanjak gunung satu ini, bila kamu datang dari arah Malang, maka kamu bisa menuju Alun-Alun Kota Batu, dan terus berkendara menuju Desa Pesanggrahan. Di desa ini kamu bisa menemukan petunjuk untuk menuju ke wisata Panderman.

Pastikan untuk selalu berhati-hati ketika berkendara di sini, karena medan yang ada terbilang menanjak, dan adanya beberapa belokan tajam. Kemudian, kamu akan menemukan check point Panderman atau basecamp perijinan untuk mulai mendaki.

Di basecamp perijinan ini tersedia lahan parkir mobil dan juga motor. Saat akhir pekan tiba, tempat parkir ini bisa sangat penuh oleh kendaraan para pendaki yang ingin menikmati keindahan alam dari gunung ini. Kamu bisa melakukan perijinan untuk mendaki di area ini, dan akan diminta membayar biaya retribusi.

Untuk mendaki gunung Panderman, ada 2 jalur pendakian yang tersedia, yaitu via Dukuh Toyomeroto, Pesanggrahan dan juga via Curah Banteng. Jalur via Dukuh Toyomeroto adalah jalur yang terbilang lebih populer, karena medannya yang lebih mudah dilalui. Sedangkan jalur Curah Banteng terbilang jalur yang terkenal lebih curam dan juga berbahaya.

Jadi, bila kamu ingin menanjak dengan santai, ataupun kamu adalah seorang pendaki pemula, kamu bisa trekking melalui jalur via Dukuh Toyomeroto.

Dari arah basecamp, kamu bisa mengambil arah ke kiri menuju pos pertama, yaitu Latar Ombo. Jalur di sini terbilang masih landai, dan pendaki dapat menemukan sumber air jernih di sini. Air dari sini bisa kamu jadikan sebagai persediaan air selama mendaki. Suasana terasa segar karena banyaknya pohon pinus dan juga semak belukar yang lebat.

Latar Ombo ini berada di ketinggian 1600 mdpl, dan kamu bisa beristirahat sejenak di sini, ataupun mendirikan tenda.

Menuju Watu Gede

Setelah itu, kamu bisa melanjutkan perjalanan menuju Watu Gede. Jalur yang akan dilalui menuju ketinggian 1730 mdpl ini akan lebih berbatu dan juga berpasir. Tapi pesona alam sekitarnya tetap akan memanjakan waktu petualanganmu di sini. Di sini kamu dapat menemukan tumbuhan raspberry, dan kamu diijinkan untuk memetiknya untuk dikonsumsi.

Sesampainya di Watu Gede, kamu akan menemukan area yang lebih landai, yang bisa kamu jadikan tempat istirahat.

Baca Juga: Begitu Memesona, Inilah 13 Pemandangan Alam Terindah di Indonesia

Kemudian, untuk melanjutkan perjalanan ke Puncak Basundara, trek yang akan dilalui akan lebih terjal, curam dan berpasir. Untuk ke Puncak Basundara dari Watu Gede dibutuhkan waktu sekitar 1 jam. Namun bisa juga lebih dari itu, karena medan yang dilalui.

Nah, hampir mendekati puncak, pendaki akan bertemu jalan sempit yang bersebelahan dengan jurang. Ini merupakan lokasi yang biasanya tempat para pendaki berfoto dengan berlatar barisan pegunungan dan juga pemandangan Kota Batu dan Malang yang indah dari ketinggian.

Di puncak, kamu pun dapat melihat keindahan lainnya. Bila kamu datang menjelang pagi hari, kamu bisa lho melihat matahari terbit yang indah dari sini. Jadi, jangan sampai kamu melewatkan pertunjukkan indah ini ya.

Nah, membaca artikel di atas, jadi tergoda untuk mendaki Gunung Panderman ini gak? Jangan lupa siapkan fisik sebelum mendaki ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *