Budaya

Pengertian Masyarakat Multikultural, Karakteristik dan Faktor Terbentuknya

Indonesia, terkenal dengan keragaman masyarakatnya, baik suku, adat dan budaya, bahasa serta agama. Keragaman yang ada ini terjadi karena Indonesia adalah negara kepulauan. Karena keragaman inilah, masyarakat Indonesia pun disebut sebagai masyarakat multikultural.

Untuk lebih memahami tentang masyarakat multikultural, berikut ini adalah penjelasan terkait pengertian, karakteristik serta faktor terbentuknya jenis masyarakat ini.

Pengertian Masyarakat Multikultural

Multikulturalisme merupakan suatu terminology di dalam bidang antropologi. Yang kemudian, multikulturalisme ini pun bergeser pada bidang ilmu yang lainnya dengan definisi masyarakat majemuk.

Istilah masyarakat majemuk atau multikultural ini dikenalkan pertama kali oleh John Sydenham Furnival, yang merupakan penulis kelahiran Britania Raya, yang bekerja di Burma. Ia pun akhirnya dikenal sebagai salah seorang sejarawan terkenal di Asia Tenggara, terutama di Burma dan Hindia Belanda.

Baca Juga: Hasil Budaya Bangsa Indonesia yang Telah Diakui Dunia

Menurut Furnival, masyarakat majemuk atau multikultural merupakan masyarakat yang terdiri atas 2 ataupun lebih elemen yang hidup masing-masing tanpa pembauan satu sama lain dalam satu kesatuan politik.

Sedangkan pengertian masyarakat multikultural menurut Clifford Geertz adalah masyarakat yang terbagi menjadi beberapa subsistem, yang masing-masing subsistemnya terikat oleh ikatan primordial.

Dan menurut Parekh, masyarakat multikultural adalah masyarakat yang punya beragam jenis komunitas budaya dengan manfaat dan sedikit perbedaan yang ada, sejarah, adat istiadat serta kebiasaan yang ada.

Karakteristik Masyarakat Multikultural

Adapun karakteristiknya menurut Van Den Berghe, yaitu:

  • Adanya segmentasi ke bentuk-bentuk kelompok sosial; keragaman yang ada pada masyarakat akan membuat masyarakat membentuk kelompok-kelompok tertentu berdasar identitasnya yang sama, hingga menghasilkan sub kebudayaan berbeda satu dengan lainnya.
  • Ada pembagian struktur sosial ke Lembaga-lembaga yang sifatnya non-komplementer; keragaman masyarakat membuat struktur masyarakat mengalami perbedaan antara satu dengan lainnya. perbedaan ini dapat terlihat lewat Lembaga-lembaga sosial yang sifatnya tidak saling melengkapi, seperti Lembaga agama di Indonesia yang menaungi agama-agama yang ada, tentu punya struktur yang berbeda.
  • Kurang mengembangkan kesepakatan bersama; keragaman masyarakat punya standar nilai serta norma yang berbeda, yang diwujudkan lewat perilaku masyarakatnya. Ini disebabkan karena karakteristik masyarakatnya yang berbeda, lalu disesuaikan dengan kondisi lingkungan fisik serta sosial. Karena keragaman masyarakat ini, kesepakatan bersama pun jadi cenderung sulit dikembangkan.
  • Cenderung sering mengalami konflik; perbedaan yang ada jadi salah satu pemicu munculnya konflik, mulai dari konflik individu ataupun antar kelompok. Ini juga dapat terjadi bila minim toleransi antara satu dan lainnya.
  • Integrasi sosial relatif tumbuh karena paksaan; bila masyarakat dapat terkoordinasi dengan baik, maka integrasi sosial pun akan mungkin terjadi. Namun integrasi sosial di masyarakat muncul bukan karena kesadaran, tapi paksaan dari luar diri ataupun kelompok.
  • Ketergantungan di bidang ekonomi; masyarakat mengalami ketergantungan di bidang ekonomi yang bisa memicu integrasi karena kebutuhannya. Seperti misalnya saat individu bekerja di individu atau perusahaan lain, sehingga ia pun harus mematuhi aturan yang ada di sana. Kondisi patuh serta integrasi ini mucnul karena ada aturan yang mengikat dalam pekerjaan dan harus ia penuhi karena kebutuhan ekonomi.
  • Adanya dominasi politik; kelompok tertentu yang ada di masyarakat bisa punya kekuatan politik untuk mengatur kelompok lainnya. ini jadi bentu dominasi suatu kelompok pada kelompok lain yang tidak punya kekuatan politik.

Baca Juga: Tips Panduan Jalan-jalan di Medan Metropolitan Multikultural

Faktor Terbentuknya Masyarakat Multikultural

Masyarakat multikultural ini dapat terbentuk karena beberapa faktor, yaitu:

  1. Letak geografis

Secara geografis, Indonesia ada di posisi strategis yang mana diapit oleh Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, dan ada di antara Benua Asia dan Benua Australia. Secara sejarah pun, Indonesia dulu adalah pusat lalu lintas perdagangan dunia, yang mana ini memungkinkan beragam pengaruh kebudayaan asing dapat masuk ke Indonesia.

Hal inilah yang akhirnya menyebabkan terjadinya akulturasi serta asimilasi kebudayaan. Pencampuran dengan kebudayaan asing pun akhirnya memicu terciptanya bentuk kebudayaan baru yang juga menambahk kekayaan budaya di Indonesia.

  1. Kondisi geografis

Kondisi geografis yang dimiliki Indonesia juga jadi faktor berikutnya. Indonesia memiliki sekitar 13 ribu pula, yang memungkinkan orang-orang terdahulu dapat bermukim di wilayah yang kaya akan sumber daya alamnya. Sumber daya alam yang tersebar di beragam wilayah inipun memicu mereka jadi terisolasi satu sama lain, yang akhirnya menyebabkan keragaman sistem budaya, bahasa, adat istiadat serta kepercayaan di Indonesia.

  1. Iklim dan struktur tanah

Adanya perbedaan iklim dan kesuburan tanah akan berpengaruh pada kelompok masyarakat yang aktivitasnya berkaitan dengan sektor agrikultur, seperti pertanian. Sektor inipun sudah berkontribusi dalam mengembangkan kebudayaan di masyarakat. Kondisi alam pun jadi faktor pemicu kemunculan ragam adat istiadat di Indonesia.

Itulah beberapa hal tentang masyarakat multikultural seperti pengertian, karakteristik dan juga faktor terbentuknya jenis masyarakat ini.

Emkay Blast Lite
jasa pembuatan website

Related posts

Sejarah, Makna dan Properti Tari Legong Khas Bali

Marsyaviani

6 Pakaian Adat Sumatera Barat yang Penuh Makna

Risma

Mengenal Properti Tari Merak dan Fungsinya

Rostina

Leave a Comment